Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Prolog : Mudiknya Crystal

Hadeeeeh...lama vakum, nggak nulis apapun. Mau nulis tentang pengalaman mudik asyiknya Crystal ke Oz saja selalu terhalang waktu. Pertama, begitu balik kampung langsung disibukkan *cieeeh...* sama kerjaan di kantor dan gegap gempita perayaan 17an. Yang kedua Crystal opname di RS gara-gara diare, muntah dan demam. Puji Tuhan, sekarang dia sudah sehat meski harus merelakan 3 kg bobot badannya menghilang *mewek*. Padahal balik dari Oz bobot badannya naik sampai hampir 9 kg. Uah...dia sih makaaaan aja kerjaannya disana. Semua menu baru dijabanin, makan yoghurt kayak orang kalap *banyak pilihannya sih*, pernah suatu kali malah makan es krim Baskin and Robbin, meski cuma beberapa suap. Habisnya, kalap dia liat emak dan bapaknya makan es krim dianya dikacangin. Yang ada teriak-teriak protes deh. Trus bapaknya bilang: "Give her a try. Just a bite won't kill her". Akhirnya, sesendok kecil mampir di mulutnya. Kirain udah! Ternyata, begitu selesai dikecap-kecap dan habis, dia teriak minta lagi. Saya melotot ke bapaknya. Tuh kaaan, semua usaha "patuh dan disiplin" pada track menu sehat buyar sudah. Akhirnya pasrah dan bilang: "Mum gives you a break since it's your holiday. But soon after we got back to Indonesia, you have to get back to your routine". Dianya senyum-senyum berasa ngerti. Akhirnya, masuk dah itu fish and chips *ini sih masuk kategori lolos sensor*, icip-icip Lamington *sungguh terlalu*, es krim, dan segala makanan yang kalo di Indo masuk kategori TERLARANG.
ini penampakan lamington
Sama Bapaknya dibeliin strawberry *disana strawberry-nya gedhe-gedhe*, lahap dia makannya. Padahal saat emaknya beliin strawberry disini dianya kurang suka *mungkin karena terlalu asem*. Lahap makan blueberry *puas-puasin ya nak, di Indo kan nggak ada*, yoghurt *beragam pilihannya*, dan berbagai makanan bayi yang susah didapetin disini *meski ngorder via internet, mahal lagi*.

Pendeknya, Crystal sangat menikmati sesi pulang kampungnya. Adaptasinya dengan cuaca terbilang sangat bagus, apalagi disana saat itu sedang musim dingin. Dia masih flu saat kami berangkat tapi Puji Tuhan disana flu-nya sembuh. Dia jadi makin ramah sama orang. Seringkali saat kami sedang jalan di tempat umum, tau-tau ada orang menghampiri kami dan bilang: "Your baby is very cute. She keeps smiling at me", hadeh...ternyata tanpa kami tau, dia udah senyum-senyum tebar pesona sama orang. Kami sempat ngetrip kecil ke Brooms Head dan mampir ke tempat mbak Murni. Rencananya mau ke Glenn Innes batal karena bapaknya Crystal jatuh sakit saat nge-trip. Beberapa rencana yang sudah tersusun rapi kami tunda sampai kami punya kesempatan ke Oz lagi one day. 

Anyway, have a nice Friday. Sampai ketemu di tulisan berikutnya tentang mudiknya Crystal. Terima kasih sudah mampir ke blog kami. Love  you all...!!
Crystal with Mum and Dad @Grafton


Kamis, 01 Agustus 2013

2 days to go.....! Australiaaa...here we come...!

Ahhhh...setelah berjibaku dengan segala tetek bengek yang lumayan menguras energi demi keberangkatan kami ke Oz, akhirnya semua ready (kopernya belum selesai di packing sih...hee...).
Orang mungkin cuma liat enaknya saja saat tau kami mau ke Oz, nggak kebayang ribetnya langkah demi langkah yang harus kami tempuh demi impian berkumpul dengan bapaknya Crystal yang biar kata botak tapi menawan di hati emaknya *abaikan*.
Semua diawali dengan memandangi berlama-lama dan berkali-kali jadual libur lebaran. Bolak-balik itang-itung. Itu berlangsung hampir sebulan (selama bulan Mei). Dilanjutkan dengan observasi tiket pesawat. Baru observasi doang yaaa... belum sampe booking. Trus, matchingin jadual libur, rencana ambil cuti plus kerjaan saya. Udah mulai pusing. Kasak-kusuk cari info cuti bersama lebaran dan kemungkinan ngambil cuti setelah itu dengan segala toleransi dan konsekuensi yang mesti ditanggung. Merelakan cuti nyadran before puasa nganggur dan nggak diambil demi suksesnya permohonan cuti tahunan. So...setelah semua oke, baru mulai susun rencana how long we gonna stay there. Intip-intip lagi maskapai, croscek lagi sama atasan tentang alokasi cuti dan setelah deal, barulah berani pesen

#Episode 1 : Ribetnya pesen tiket
Saya bermaksud pesen Garuda jurusan Jogja-Sydney. Proses berjalan lancar sampai saat verifikasi visa suami, alamak...ternyata suami meng-upgrade limit CC tapi lupa bilang ke saya. Alhasil kena blokir. Setelah suami telpon NAB untuk memverifikasi, saya coba booking lagi tapi selalu gagal karena karena Garuda masih mengunci CC suami. Hadeh...saya belum putus asa. Saya coba kirim email ke Garuda, dijawab tapi tidak memecahkan solusinya. Karena sampai kemarin coba booking tiket Jogja-Bali tetep CC suami masih di-locked. Akhirnya alih maskapai. Dipilih Jetstar dah, karena 2 kali saya terbang pake Jetstar pelayanannya oke dan pesawatnya nyaman. Tiket Denpasar-Sydney sudah terbooking dan lancar aja tuh verifikasi CCnya. Pun saat pesen tiket dari Sydney ke Coffs dengan Virgin. Semua lancar...

#Episode 2 : Visa  oh visa....
Mulai koleksi segala keperluan untuk pengajuan visa saya dan Crystal. Berhubung Crystal belum ngajuin Citizenship by Descent, maka dia pake paspor ijo dan mesti ngajuin visa demi bisa berkunjung ke her second home. Nggak papalah.. Ribet lagi deh, dengan sistem pembayaran visa yang terbaru. Dulu-dulu kalo ngurus via kurir, pembayaran bisa dilakukan dengan transfer ke rekening Oz Embassy atau visa wesel prima. Ternyata sekarang harus pake cek. Coba ngurus cek di Mandiri Bank, dikatakan di website mereka kalau perorangan bisa ngajuin cek pribadi, ternyata oh ternyata tidak bisa. Tapi mereka berbaik hati mencarikan info barangkali ada staf mandiri yang rela minjemin cek mereka buat saya bayar visa dan tugas saya tanya ke AVAC, bolehkah pake cek orang lain buat bayar visa saya. Dijawab bisa, tapi ada alternative kedua pembayaran visa, yaitu datang langsung ke AVAC atau dibayar oleh suami dari Oz. Akhirnya dipilih dibayar oleh suami dari Oz. It's done finally. Saya kirim email ke AVAC minta aplikasi permohonan dijemput. Biasanya sih langsung diambil hari itu juga, tapi kali ini keesokan harinya baru diambil dan itupun malam. Aga dag-dig-dug neh. Kamis sore dapet telpon dari officer-nya AVAC, dibilang bahwa form permohonan untuk Crystal harus ditandatangani oleh salah satu ortunya. Harus kirim dokumen lagi, kali ini via pos. Udah pake pos kilat, tapi ternyata baru diterima Senin siang dan dokumen masuk di AVAC Selasa dan Rabu malam baru dapet email dari AVAC kalo berkas permohonan kami sudah dikirim ke Oz Embassy.
Selesai...? Beluuum... Deg-degannya malah nambah. Karena keteledoran, saya nggak  ngecek pemberitahuan terbaru bahwa proses touris visa makan waktu 15 hari. Itu berarti (karena keterlambatan dokumen selama dikirim dan mesti kirim ulang form-nya Crystal), maka aplikasi baru masuk tanggal 16 Juli dan baru akan selesai 5 Agustus! Maaak...! Itu berarti kita bakal melewatkan jadual terbang kami di tanggal 3. Gubrak-gabruk kirim email ke Oz Embassy di bag Immigrasi, kirim feedback ke DIAC. Dari Oz Embassy dijawab kalo proses visa bisa dipercepat hanya jika ada keluarga yang meninggal atau sakit keras. Akhirnya kirim feedback ke DIAC dan keesokan harinya dapat respon. (Jumat, 26 Juli). Saya belum balas email dari DIAC, karena masih ngarep keajaiban. *hadeh...*. Sabtu siang, sekitar jam 2, dapat email dari Immigration Section Oz Embassy, dibilang bahwa visa kami sudah disetujui dan berkaitan dengan sistem online yang diterapkan mereka, maka otoritas pemerintah Oz nggak perlu label pada paspor kami. Yaaay....! Sumpah, berasa dapet durian runtuh. Kalo badan nggak setambun ini, pasti pake acara lompat-lompat kaga pake tali *wew...*.
Berakhir sudah segala kebingungan, berganti dengan sukacita. Oh, Tuhan Yesus memang luar biasaaaa...! Nggak pake nunggu 15 hari dan onlen lagi, semua sudah beres. Amin..amin...amin...! *langsung sujud syukur*

#Episode 3, collecting oleh-oleh dan pilih-pilih bawaan
Mulai deh packing. Pilih oleh-oleh. Roland dan John sudah pasti dibawain kopi, buat si Kembar Asha dan Rani berbagai pernak-pernik anak plus dompet imut, untuk Eleanour, sepupunya Crystal ada boneka smurf, stationery, tas kecil dan jepit rambut lucu-lucu karena Eleanour berambut panjang, nggak secepat dan setipis Crystal *ngiri.com*, beberapa makanan instant, diapers, perlengkapan perangnya Crystal, baju simboknya duh...ternyata sekoper sendiri udah full sama bawa barang-barangnya Crystal...!!

#Episode 4: Carseat
Udah hampir tiba hari keberangkatan, giliran daddy-nya Crystal dikacaukan oleh masalah carseat. Ternyata 2 carseat yang disiapin nggak bisa kepake. Karena yang satu kekecilan buat Crystal sementara satunya lagi nggak masuk ke mobilnya. Hadeeeeh...! Coba kontak beberapa teman dan waiting for their suggestion. Sepertinya kami akan nyewa, sebagai alternatif yang paling memungkinkan. Okelah...!

#Episode 5 : Flu
Sudah hampir seminggu ini emaknya Crystal kena flu, dan dengan sukses menulari Crystal. Sudah minum obat, tapi ingus masih bertahan. Berdoa terus, semoga kami berdua akan segera baikan sebelum waktu berangkat tiba.

#Episode 6 : Ngoprek ilmu terbang bersama infant di forum KKC Oz-NZ. Deuh...para supermoms yang baik di forum tersebut langsung share pengalaman mereka. *peluk..peluuuuk...*.

Daaan....we are counting the day. First trip for Crystal.Doakan ya pembaca yang  budimaaan, supaya perjalanan kami lancar, hepi selama disana dan bawa banyak cerita indah, especially with her daddy.
Persis kayak yang daddy-nya Crystal bilang:
Maknya Crystal : Do you need something from here, dad? Just in case I can bring that for you"
Daddy-nya : "All I need is you and Crystal"
Ihiiiirrr....!!!
Another conversation sewaktu ada kekeliruan booking tiket pesawat
Maknya Crystal : "What do you want me to do now?"
Daddy : Just relax and having a safe a nice trip, have a good time together when you are here and going home safely".
*klepek...klepek...klepek..hapenya langsung ditelen*